Untuk kesekian kalinya aku akhirnya tahu bahwasanya semua yang sudah kulakukan ini adalah sia-sia. Dengan segenap rasa percaya diri dan tanpa rasa bersalah, dia menghempaskan semua rasa sakit di dasar hatiku. Rela sungguh rela. Malam itu pula kuputuskan untuk menapaki jalan baru yang menghantarku ke alur hidup yang luar biasa. Semua kumulai dengan Bismillah dan tawakal kepada Allah. Sejujurnya aku malu, baru menghadapNya sekarang setelah sekian lama hidupku tersesat dalam labirin hitam yang berasap. Labirin yang membuatku berpikir tidak jernih dan buta. Keyakinan atas perubahan membuat hatiku bergejolak, ingin rasanya kukalahkan bara api saking panasnya semangatku ini. Semangat yang melelehkan besi dan berhasil membantu membangun tembok yang besar dan kuat dari musuh-musuh manusia. Untuk pertama kalinya kuraih jilbab dan kerudung dari dalam lemari. Ah, entahlah kapan terakhir kali aku menggunakannya. Mungkin, saat datang ke acara pemakaman kakek temanku tiga bulan ...
Kadang Curhat, Kadang Pidato.