Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Bagaimana Umat Muslim Mengatasi Wabah Virus

 Seperti yang kita ketahui Pandemi Covid-19 adalah sebuah wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Wabah ini sudah ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat oleh WHO (World Health Organization). Proses penyebaran virus Covid-19 yang begitu cepat membuat terjadi lonjakan terus-menerus terhadap peningkatan kasus covid-19. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemic covid-19 adalah dengan karantina wilayah, pengadaan vaksin dan kebijakan yang terbaru adalah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).  Lalu, bagaimanakan Islam memandang wabah Covid-19 ini? Sejarah wabah covid-19 dalam Islam tentu masih jadi perdebatan, namun faktanya wabah penyakit ini memang sangat mirip dengan wabah penyakit yang pernah terjadi pada kaum muslim di masa lalu (Supriatna, 2020). Misalnya saja yang terjadi pada masa kaum muslimin menaklukan Irak dan Syam, atau yang pernah terjadi di zaman khalifah Umar bin Khattab.  Ketika terjadi wabah tha’un, Nabi Muhammad S...

Pohon Besar Samping Rumah (Draft)

Malam ini aku ga mau nulis banyak. Sekarang hampir tengah malam. Aku ga bisa tidur. Aku sakit. Aku kecewa.  Aku sebenarnya lagi fase dimana aku itu bingung mau ngomong apa. Sekarang sebenarnya aku juga bingung mau nulis apa. Haha.  Gimana kalau aku cerita tentang pohon kedondong yang ada di samping rumah lamaku dulu.  Jadi dulu di rumahku waktu di perusahaan, rumahku itu paling ujung. Dan di sampingnya ada jurang dan pohon kedondong yang besar banget, dan ga jauh dari situ juga ada sumur. Hih aku jadi merinding. Ga tau kenapa ya kalau ada pohon besar tu pasti kaya ngeri, karena dulu masih kecil pasti nganggap di pohon itu ada hantunya. Haha...  Tapi aku itu orangnya pemberani loh walau penakut. Ya maksudnya meski aku takut, aku tetap menghadapinya.  Aku tu kan kalo shubuh berangkat ke masjid sendirian, kalau isya kadang sendirian tapi juga kadang sama temen. Tapi tu sering ngeri sama pohon-pohon yang besar itu. Lebat banget, banyak pohon pisangnya lagi, terus ga...

Sebel sama korona (draft tahun 2020)

Sudah hampir satu bulan sejak virus itu datang ke negaraku. Kupikir, warga di negara ini kebal akan virus ini. Bahkan sebelumnya beredar bahwa virusnya takut masuk negara yang tercinta ini. Namun ternyata itu hanya konspirasi. Bahan lawakan. Atau cocoklogi yang sengaja dibuat-buat. Nyatanya, virus itu benar-benar masuk ke negaraku, yang sebelumnya pede.....banget bahwa negara ini aman, damai sentosa tanpa gangguan apapun dari luar. Semenjak virus ini diumumkan eksis dan memakan banyak korban dari belahan dunia lainnya, negaraku bersi keras bahwa negara kami bersih dari virus. Tidak ada satupun yang dinyatakan positif dalam artian memang masyarakat disini kebal-kebal. Dunia meragukannya, dan itu dianggap sebagai penghinaan bagi negaraku. Dan ternyata eh ternyata. Keraguan itu bukanlah sekedar keraguan. Tak lama setelahnya dinyatakan ada warga yang positif dan bagaikan diserang negara api.. Hidup warga disini berubah total. Para guru dan murid belajar dari rumah. Memanfaatka...

23 Januari 2021

 Cinta memang bukan sesuatu yang menetap. Volumenya pun bisa naik dan turun. Cinta akan bertambah besar ketika kita mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai, bisa juga berkurang karena kita malah disakiti.  Namun rupanya ada juga deretan-deretan orang yang tidak bertambah cintanya meski sudah dicintai sedemikian rupa. Ada pula yang tak berkurang sedikitpun meski senantiasa terluka.  Sejak dulu aku selalu bilang aku takut jatuh cinta, bahkan sampai hari ini pun aku masih takut akan hal itu.  Aku adalah orang yang bodoh dalam mencinta, ketika aku jatuh cinta, aku akan sangat mencintainya, dan begitu dalam rasa itu. Karena rasa yang dalam itu, aku akan semakin mudah terluka, dan aku rela akan hal itu. Tapi itulah kelemahanku.  Aku ga pernah meninggalkan seseorang hanya karena aku terluka, meski aku berusaha aku tidak benar-benar serius meninggalkannya.  Aku tidak pernah jatuh cinta dengan orang yang mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku sering ...