Skip to main content

Aku dan 2019

Pertama kalinya kuucapkan syukur yang teramat besar kepada Allah yang masih memberikanku kesempatan bernafas hingga hari ini. Betapa indahnya kehidupan yang ia percayakan kepadaku.





Selamat pagi untuk matahari yang membantu jemuranku kering.
Selamat pagi untuk segelas kopi yang tadi lupa kubuat karena terlalu sibuk.
Selamat pagi untuk segala hal yang membuat hariku penuh dengan kejutan.

Lama sudah tidak menulis, membagi ceritaku yang sedikit em... entahlah bagaimana caraku menjelaskan betapa menyenangkan hidup ini meski kadang membuatku lelah dan menangis. Tapi, menjadi pribadi yang sabar dan bersyukur adalah kewajiban kita.

Tahun 2019 sudah terlewat beberapa bulan. Begitu cepat waktu melangkah, meninggalkan hari-hari baik dan buruk. Entah apa kabar dengan resolusi? Semoga masih menjadi ingatan di setiap kepala masing-masing.

Berbicara tentang resolusi sempat bibir ini berkata, "Harus hapal al-quran, minimal juzz 30," Ternyata hal itu memang benar terjadi. Allah begitu indah merangkaikan perjalanan hidupku. Aku saja hampir lupa dengan resolusi itu. Tapi, ada saja rencana indah yang dibuatNya agar aku mampu mencapai resolusi itu.

Dengan apa Dia buatkan rencana untukku?

Ada program hapalan al-quran dari kampus yang semua mahasiswa semester 2 wajib mengikutinya. Awalnya aku merasa terbebani dan itu sempat membuatku super duper lelah dan menangis karena aku nggak hapal-hapal. Dari dulu, memang paling lemah kalau sudah disuruh menghapal. Bahkan sampai detik ini pun masih kesulitan dalam menghapal. Rasanya pengen ku ruqyah nih diriku sendiri,jangan-jangan ada gangguan dari dalam. Heheh. Tapi, mungkin memang usahaku yang belum maksimal. Semoga sebelum tahun 2019 ini berakhir salah satu resolusi cantikku ini bisa terwujud.

Aamiin

Salah satu resolusi yang selalu terbayang-bayang dalam hati dan ingatanku adalah "mampu melahirkan karya berupa buku" heem. Resolusi yang mulia nak.

Hal ini selalu aku impikan di setiap tahunnya. Tapi, untuk tahun ini dengan segala kekuasaan yang Allah berikan. Aku mendapatkan kesempatan yang indah dariNya. Salah satu dosen memberikanku kesempatan untuk menulis buku dan akan dibantu untuk menerbitkannya. Bahkan, aku diberikan dosen yang memang sudah profesional dalam dunia literasi untuk membimbingku dalam proses menulis. Betapa beruntungnya diriku. Semoga ini semua berkat cinta kepada Allah. Allah sudah pasti menyayangiku dan dengan ini semua aku bisa menjadi lebih bersyukur.

Dalam proses menulis ku akui sangat sulit. Aku menulis cerita baru dengan tema baru. Jika dulu aku selalu menulis kisah cinta dua pasang remaja. Kali ini, sama sekali aku jauhkan ceritaku dari kisah yang tidak seharusnya seperti itu.. Hehehe. InsyaAllah, semoga nanti bisa lahiran dan menghasilkan karya baik yang bermanfaat untuk setiap pembacanya.

Semua proses ini, semoga selalu dibersamai dengan Allah dan diberkahinya.
Aku berharap diberi kekuatan agar terus bertahan dan tidak menyerah dengan setiap apa yang sudah kumulai ini.
 

Mohon doanya teman-teman semoga kandunganku baik-baik saja sampai proses lahiran.
-_-
Hmm, maksudnya semoga naskah yang aku tulis saat ini berhasil diterbitkan.
Aamiin


Tujuan tulisan ini untuk kita agar bisa lebih bersykur. Kesadaran betapa Allah itu selalu menolong hambanya sangat diperlukan agar kita tidak lupa. Jika apa yang sudah kita capai sudah menjadi kehendakNya.

Untuk mencapai sesuatu kita harus ikhtiar dan berdoa.
Ikhtiar tanpa berdoa maka itu adalah sebuah kesombongan.
Berdoa tanpa Ikhtiar maka itu adalah kesia-siaan.

Hehehe.
Terima kasih sudah membaca.
Semoga hidup kita dijauhkan dari iri dan dengki dan didekatkan dengan syukur dan sabar. Hehehe.


Comments

Popular posts from this blog

My Way

Assalamualaikum, teman-teman semua.... 2018 menjadi tahun yang penuh perjuangan bagiku. Ada banyak hal tak terduga terjadi dalam hidupku. Rasanya seperti sebuah bom meledak dan membuat hidupku berubah drastis. Tahun 2018 kemarin, aku baru saja lulus SMA dan melanjutkan kuliah di salah institute islam yang ada di Palangka Raya. Saat sudah kuliah inilah menjadi titik balik yang berhasil membalik kehidupanku. Pada awalnya, hidupku sebagai mahasiswa berjalan biasa-biasa saja. Tidak terlalu beda dengan masa SMA ku. Rasanya seperti hidupku tidak ada perubahan. Capek di rumah, menuntut ilmu ke kampus dan menyisakan waktu yang tersisa dengan mengkhawatirkan masa depan. Hidupku terasa tidak bermakna. Aku yang saat itu juga sedang dilanda kesedihan makin terasa larut dalam pusaran air yang membuat hidupku terasa suram.Setiap hari, yang aku lakukan hanya kuliah, buka media sosial, sholat dan kemudian makan lalu tidur. Begitu saja setiap hari, sampai rasanya seperti tidak hidup. Aku yang m...

Kamu Harus Tahu Ini!

Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi/siang/sore/malam kalian semua. Jumpa lagi dengan saya Eriiying. Kali ini saya akan memposting hal yang berfaedah karena ini menyangkut dengan ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk kalian. Seperti yang kalian ketahui, suatu saat kelak jika kita sudah berkecimpung di dunia kerja maka sangat memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang zaman ini sudah sangat maju, apa-apa pasti menggunakan hal yang instan. Misalnya saja: Internet, media sosial dan lain-lain. Termasuk juga dalam pembuatan surat. Kita  harus terampil dan mampu membuat surat. Dimana surat ini akan sangat berfungsi untuk kita kelak. Surat sendiri memiliki macam-macam jenisnya. Kali ini saya akan membahas bagian surat resmi saja. Nah, kenapa sih kita harus mempelajari bagaimana cara membuat surat resmi yang benar. Karena surat resmi penting banget kawan. Mau nawarin produk? Pakai surat resmi. Mau menawarkan kerja sama? Pakai surat resmi. Mau mengundang orang? ...

23 Januari 2021

 Cinta memang bukan sesuatu yang menetap. Volumenya pun bisa naik dan turun. Cinta akan bertambah besar ketika kita mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai, bisa juga berkurang karena kita malah disakiti.  Namun rupanya ada juga deretan-deretan orang yang tidak bertambah cintanya meski sudah dicintai sedemikian rupa. Ada pula yang tak berkurang sedikitpun meski senantiasa terluka.  Sejak dulu aku selalu bilang aku takut jatuh cinta, bahkan sampai hari ini pun aku masih takut akan hal itu.  Aku adalah orang yang bodoh dalam mencinta, ketika aku jatuh cinta, aku akan sangat mencintainya, dan begitu dalam rasa itu. Karena rasa yang dalam itu, aku akan semakin mudah terluka, dan aku rela akan hal itu. Tapi itulah kelemahanku.  Aku ga pernah meninggalkan seseorang hanya karena aku terluka, meski aku berusaha aku tidak benar-benar serius meninggalkannya.  Aku tidak pernah jatuh cinta dengan orang yang mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku sering ...