Assalamualaikum wr,wb.
Selamat pagi/siang/sore/malam kalian semua.
Jumpa lagi dengan saya Eriiying.
Kali ini saya akan memposting hal yang berfaedah karena ini menyangkut dengan ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk kalian. Seperti yang kalian ketahui, suatu saat kelak jika kita sudah berkecimpung di dunia kerja maka sangat memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang zaman ini sudah sangat maju, apa-apa pasti menggunakan hal yang instan. Misalnya saja: Internet, media sosial dan lain-lain. Termasuk juga dalam pembuatan surat. Kita harus terampil dan mampu membuat surat. Dimana surat ini akan sangat berfungsi untuk kita kelak.
Surat sendiri memiliki macam-macam jenisnya. Kali ini saya akan membahas bagian surat resmi saja. Nah, kenapa sih kita harus mempelajari bagaimana cara membuat surat resmi yang benar. Karena surat resmi penting banget kawan. Mau nawarin produk? Pakai surat resmi. Mau menawarkan kerja sama? Pakai surat resmi. Mau mengundang orang? Pakai surat resmi. Mau ngundang mantan ke acara nikahan kita? Ga usah pakai surat resmi guys, percuma... Dia nggak bakal datang :)
Ok! Back to the topic.
Pada intinya, surat resmi ini sangat penting karena bisa menentukan nasib sebuah lembaga, perusahaan atau instansi. Kalau kita tidak bisa membuat surat resmi dengan baik dan benar, maka hancurlah harga diri perusahaan kita. Eyaa.... Gak kok. Hehe. Sebenarnya kalau kita sebagai seorang pimpinan perusahaan kitanya cuma tinggal tanda tangan doang. Tapi tetap aja penting kan ya untuk mengetahuinya. Jadi, kita bisa mengoreksi kesalahan yang ada pada anggota perusahaan kita.
Jadi pertama-tama aku akan membari tahu bagian-bagian yang ada di dalam surat resmi.
Untuk bagian pertama, tentu hal yang terpenting itu adalah kop surat. Bagiku, kop surat ini sama seperti identitas. Karena di dalam kop surat itu ada logo, nama perusahaan, alamat, nomor telepon, email, dll termuat disitu.
Setelah kop surat sudah terbuat dengan sempurna. Bagian selanjutnya adalah tanggal dan tempat dimana surat itu kamu tulis. Aku rasa bagian ini tidak perlu dijelaskan terlalu panjang, karena aku yakin kalian semua mengerti. Mungkin harus diingatkan lagi! Tanggal dan tempat penulisan surat ya, bukan tanggal dan tempat kamu akad nikah. Muehehe. Jangan lupa, disertakan dengan nomor surat ya teman-teman.
Bagian selanjutnya adalah tujuan dan alamat surat itu kepada siapa. Pastikan alamat yang tercantum benar. Jangan sampai, alamat palsu nanti malah mirip kayak lagu dangdut. Suratnya nyari penerima surat sambil nyanyi lagunya ayu ting-ting. Heheh! Lampiran dan Hal juga termasuk dalam bagian surat. Bagian Lampiran untuk bagian penjelas untuk menginformasikan jumlah berkas. Sedangkan hal berfungsi untuk memberikan petunjuk mengenai pokok isi surat. Anggap aja kode deh.
Selanjutnya adalah salam pembuka. Salam pembuka bisa kita isi dengan kalimat-kalimat sederhana yang sopan dan baik. Misalnya mengucapkan salam: Assalamualaikum, Salam pramuka! Dengan hormat. Itu adalah contoh yang benar. Jadi, jangan sampai ada yang menulis salam pembuka dengan kalimat, "hai bro! Narai habar?" Itu salah ya kawan!
Bagian yang selanjutnya adalah isi surat. Dalam isi surat ini pun ada tiga bagian lagi. Dimulai dengan pembukaan, isi dan penutup. Pastinya isinya harus dengan kata-kata yang jelas dan tidak bertele-tele. Misalnya dulu waktu SD, mungkin kalian pernah menulis surat yang isinya dimulai dengan kalimat, "langsung aja yah..." hayo ngaku... :D
Intinya isi surat ini mengandung tentang hal-hal yang ingin disampaikan dan menjadi topik pembahasan dalam surat yang kita berikan.
Setelah isi sudah selesai, maka kita lanjut dengan bagian salam penutup. Pada salam penutup, awal kata harus menggunakan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma (,) sama seperti salam pembuka. Kemudian berikan nama jelas pengirim dan tanda tangan. Ada pula tembusan, itu sejenis seperti orang lain atau pihak lain juga berhak menerima surat yang kita buat.
Saya akan memberikan contoh surat resmi buatan saya. Ceritanya saya adalah pimpinan perusahaan WaroenG KAKIDAL. Sebuah usaha kuliner yang sangat terkenal di Palangkaraya akan menawarkan kerja sama kepada perusahaan lain. Beh.. Aamiin ya Allah!
Nah kalian juga bisa mendowloadnya atau melihatnya dengan jelas di link di bawah ini!
https://drive.google.com/file/d/1zCNhXn6mzpROY-oO8rc3F_rsRSjncHsv/view?usp=drivesdk
Nah.....
Cukup sekian penjelasan saya mengenai bagian-bagian surat dan cara membuat surat resmi. Semoga dengan bahasa yang sederhana dan humor yang sedikit receh ini bisa membuat kalian semakin memahami tentang bagaimana menulis surat resmi yang benar. Saya yakin, ilmu ini jika memang dipelajari dengan sungguh-sungguh maka akan sangat bermanfaat untuk masa depan kita.
Cukup sekian tulisan yang saya buat hari ini, semoga bermanfaat dan jika ada kesalahan kata mohon dimaafkan. Segala kesalahan itu datangnya dari saya, dan semua kebenaran itu datangnya dari Allah.
Wassalamualaikum, warrahmatullahi wabarokatuh
Salam semangat dari Eriiying, penulis yang mau siap-siap ngerjain tugas yang lain.
Bye.. pembaca setia.
Selamat pagi/siang/sore/malam kalian semua.
Jumpa lagi dengan saya Eriiying.
Kali ini saya akan memposting hal yang berfaedah karena ini menyangkut dengan ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk kalian. Seperti yang kalian ketahui, suatu saat kelak jika kita sudah berkecimpung di dunia kerja maka sangat memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang zaman ini sudah sangat maju, apa-apa pasti menggunakan hal yang instan. Misalnya saja: Internet, media sosial dan lain-lain. Termasuk juga dalam pembuatan surat. Kita harus terampil dan mampu membuat surat. Dimana surat ini akan sangat berfungsi untuk kita kelak.
Surat sendiri memiliki macam-macam jenisnya. Kali ini saya akan membahas bagian surat resmi saja. Nah, kenapa sih kita harus mempelajari bagaimana cara membuat surat resmi yang benar. Karena surat resmi penting banget kawan. Mau nawarin produk? Pakai surat resmi. Mau menawarkan kerja sama? Pakai surat resmi. Mau mengundang orang? Pakai surat resmi. Mau ngundang mantan ke acara nikahan kita? Ga usah pakai surat resmi guys, percuma... Dia nggak bakal datang :)
Ok! Back to the topic.
Pada intinya, surat resmi ini sangat penting karena bisa menentukan nasib sebuah lembaga, perusahaan atau instansi. Kalau kita tidak bisa membuat surat resmi dengan baik dan benar, maka hancurlah harga diri perusahaan kita. Eyaa.... Gak kok. Hehe. Sebenarnya kalau kita sebagai seorang pimpinan perusahaan kitanya cuma tinggal tanda tangan doang. Tapi tetap aja penting kan ya untuk mengetahuinya. Jadi, kita bisa mengoreksi kesalahan yang ada pada anggota perusahaan kita.
Jadi pertama-tama aku akan membari tahu bagian-bagian yang ada di dalam surat resmi.
Untuk bagian pertama, tentu hal yang terpenting itu adalah kop surat. Bagiku, kop surat ini sama seperti identitas. Karena di dalam kop surat itu ada logo, nama perusahaan, alamat, nomor telepon, email, dll termuat disitu.
Setelah kop surat sudah terbuat dengan sempurna. Bagian selanjutnya adalah tanggal dan tempat dimana surat itu kamu tulis. Aku rasa bagian ini tidak perlu dijelaskan terlalu panjang, karena aku yakin kalian semua mengerti. Mungkin harus diingatkan lagi! Tanggal dan tempat penulisan surat ya, bukan tanggal dan tempat kamu akad nikah. Muehehe. Jangan lupa, disertakan dengan nomor surat ya teman-teman.
Bagian selanjutnya adalah tujuan dan alamat surat itu kepada siapa. Pastikan alamat yang tercantum benar. Jangan sampai, alamat palsu nanti malah mirip kayak lagu dangdut. Suratnya nyari penerima surat sambil nyanyi lagunya ayu ting-ting. Heheh! Lampiran dan Hal juga termasuk dalam bagian surat. Bagian Lampiran untuk bagian penjelas untuk menginformasikan jumlah berkas. Sedangkan hal berfungsi untuk memberikan petunjuk mengenai pokok isi surat. Anggap aja kode deh.
Selanjutnya adalah salam pembuka. Salam pembuka bisa kita isi dengan kalimat-kalimat sederhana yang sopan dan baik. Misalnya mengucapkan salam: Assalamualaikum, Salam pramuka! Dengan hormat. Itu adalah contoh yang benar. Jadi, jangan sampai ada yang menulis salam pembuka dengan kalimat, "hai bro! Narai habar?" Itu salah ya kawan!
Bagian yang selanjutnya adalah isi surat. Dalam isi surat ini pun ada tiga bagian lagi. Dimulai dengan pembukaan, isi dan penutup. Pastinya isinya harus dengan kata-kata yang jelas dan tidak bertele-tele. Misalnya dulu waktu SD, mungkin kalian pernah menulis surat yang isinya dimulai dengan kalimat, "langsung aja yah..." hayo ngaku... :D
Intinya isi surat ini mengandung tentang hal-hal yang ingin disampaikan dan menjadi topik pembahasan dalam surat yang kita berikan.
Setelah isi sudah selesai, maka kita lanjut dengan bagian salam penutup. Pada salam penutup, awal kata harus menggunakan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma (,) sama seperti salam pembuka. Kemudian berikan nama jelas pengirim dan tanda tangan. Ada pula tembusan, itu sejenis seperti orang lain atau pihak lain juga berhak menerima surat yang kita buat.
Saya akan memberikan contoh surat resmi buatan saya. Ceritanya saya adalah pimpinan perusahaan WaroenG KAKIDAL. Sebuah usaha kuliner yang sangat terkenal di Palangkaraya akan menawarkan kerja sama kepada perusahaan lain. Beh.. Aamiin ya Allah!
Nah kalian juga bisa mendowloadnya atau melihatnya dengan jelas di link di bawah ini!
https://drive.google.com/file/d/1zCNhXn6mzpROY-oO8rc3F_rsRSjncHsv/view?usp=drivesdk
Nah.....
Cukup sekian penjelasan saya mengenai bagian-bagian surat dan cara membuat surat resmi. Semoga dengan bahasa yang sederhana dan humor yang sedikit receh ini bisa membuat kalian semakin memahami tentang bagaimana menulis surat resmi yang benar. Saya yakin, ilmu ini jika memang dipelajari dengan sungguh-sungguh maka akan sangat bermanfaat untuk masa depan kita.
Cukup sekian tulisan yang saya buat hari ini, semoga bermanfaat dan jika ada kesalahan kata mohon dimaafkan. Segala kesalahan itu datangnya dari saya, dan semua kebenaran itu datangnya dari Allah.
Wassalamualaikum, warrahmatullahi wabarokatuh
Salam semangat dari Eriiying, penulis yang mau siap-siap ngerjain tugas yang lain.
Bye.. pembaca setia.

Comments