Skip to main content

My Way

Assalamualaikum, teman-teman semua....

2018 menjadi tahun yang penuh perjuangan bagiku. Ada banyak hal tak terduga terjadi dalam hidupku. Rasanya seperti sebuah bom meledak dan membuat hidupku berubah drastis.

Tahun 2018 kemarin, aku baru saja lulus SMA dan melanjutkan kuliah di salah institute islam yang ada di Palangka Raya. Saat sudah kuliah inilah menjadi titik balik yang berhasil membalik kehidupanku.

Pada awalnya, hidupku sebagai mahasiswa berjalan biasa-biasa saja. Tidak terlalu beda dengan masa SMA ku. Rasanya seperti hidupku tidak ada perubahan. Capek di rumah, menuntut ilmu ke kampus dan menyisakan waktu yang tersisa dengan mengkhawatirkan masa depan.

Hidupku terasa tidak bermakna. Aku yang saat itu juga sedang dilanda kesedihan makin terasa larut dalam pusaran air yang membuat hidupku terasa suram.Setiap hari, yang aku lakukan hanya kuliah, buka media sosial, sholat dan kemudian makan lalu tidur. Begitu saja setiap hari, sampai rasanya seperti tidak hidup. Aku yang merasa hidup terasa hampa begitu pun mulai penasaran. Apa sebenarnya tujuan hidupku? Apa yang aku kejar?

Allah mempertemukan dengan salah satu teman yang saat menjadi tempatku berkeluh kesah. Sambil bertetesan air mata aku menceritakan kesedihanku. Banyak hal yang membuatku bingung, resah, bahkan marah dengan keadaan yang menimpaku saat itu.

Waktu itu aku membaca kalau seandainya kita bisa sedih berlebihan, maka itu tanda kita sudah jauh dari Allah dan Nabi Muhammad. Waktu baca itu, saya auto galau dan malu. Oh... jadi selama ini aku sudah jauh sam Allah dan Nabi Muhammad. Selama ini, sholat hanya sekedar sholat tanpa memahami arti sholat yang sesungguhnya.

Semenjak hari itu, aku mulai memiliki niat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Aku ingin lebih mengenal islam dan Nabi Muhammad. Proses hijrah pun berlangsung. Aku yang awalnya cuek bebek dengan aurat, maksudnya cuma pakai gamis dan kerudung. Ga tau tuh kalau seandainya kaki dan lengan itu ternyata juga aurat. Aku mulai menutup apa yang harus ditutup. Ribet sekali rasanya. Kemana-mana harus pakai kaos kaki, padahal ya cuma ke warung doang. Aku mulai menghindari celana dan pakaian ketat. Hingga pada akhirnya aku pun memutuskan menggunakan cadar. Sebenarnya keinginan menggunakan cadar itu sudah ada semenjak aku SMA. Tapi, setelah kuliah, setelah aku tau manfaatnya menggunakan cadar, aku pun meluruskan niat untuk menggunakannya. Doakan aku istiqomah untuk semua ini.


Tidak hanya merubah penampilan, tapi aku semakin giat menuntut ilmu dan merubah cara pergaulanku. Dulunya, aku tipe orang yang berteman sama siapa saja. Tapi, sekarang aku memilih pertemanan, terutama dengan laki-laki. Aku banyak menjauhi dan tidak ingin hidup bercampur dengan mereka. Aku hanya ingin berkomunikasi kalau memang ada sesuatu yang penting dan mendesak. Ya, memang proses berubah itu memang susah. Kadang, aku pun bisa juga lupa dan melakukan hal yang salah. Ada saja lah yang aku lakukan yang membuatku melakukan kebiasaan lama yang buruk itu. Tapi, untungnya aku memiliki teman-teman yang senantiasa mengingatkanku.

Banyak hal yang terjadi. Ada pujian maka ada juga cacian. Tapi, itu semua harus kulewati. Ada aja yang ngatain aku cuma ikut-ikuttan trend orang-orang yang hijrah. Ada yang bilang, kalau hanya sekedar cari perhatian atau ada yang ngatain aku nggak cocok buat bercadar.

Aku hanya berusaha berubah menjadi lebih baik, bukan berarti aku sudah tidak punya kesalahan. Itu yang banyak membuat orang menganggapku, ini dan itu.




Comments

Popular posts from this blog

Kamu Harus Tahu Ini!

Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi/siang/sore/malam kalian semua. Jumpa lagi dengan saya Eriiying. Kali ini saya akan memposting hal yang berfaedah karena ini menyangkut dengan ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk kalian. Seperti yang kalian ketahui, suatu saat kelak jika kita sudah berkecimpung di dunia kerja maka sangat memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang zaman ini sudah sangat maju, apa-apa pasti menggunakan hal yang instan. Misalnya saja: Internet, media sosial dan lain-lain. Termasuk juga dalam pembuatan surat. Kita  harus terampil dan mampu membuat surat. Dimana surat ini akan sangat berfungsi untuk kita kelak. Surat sendiri memiliki macam-macam jenisnya. Kali ini saya akan membahas bagian surat resmi saja. Nah, kenapa sih kita harus mempelajari bagaimana cara membuat surat resmi yang benar. Karena surat resmi penting banget kawan. Mau nawarin produk? Pakai surat resmi. Mau menawarkan kerja sama? Pakai surat resmi. Mau mengundang orang? ...

23 Januari 2021

 Cinta memang bukan sesuatu yang menetap. Volumenya pun bisa naik dan turun. Cinta akan bertambah besar ketika kita mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai, bisa juga berkurang karena kita malah disakiti.  Namun rupanya ada juga deretan-deretan orang yang tidak bertambah cintanya meski sudah dicintai sedemikian rupa. Ada pula yang tak berkurang sedikitpun meski senantiasa terluka.  Sejak dulu aku selalu bilang aku takut jatuh cinta, bahkan sampai hari ini pun aku masih takut akan hal itu.  Aku adalah orang yang bodoh dalam mencinta, ketika aku jatuh cinta, aku akan sangat mencintainya, dan begitu dalam rasa itu. Karena rasa yang dalam itu, aku akan semakin mudah terluka, dan aku rela akan hal itu. Tapi itulah kelemahanku.  Aku ga pernah meninggalkan seseorang hanya karena aku terluka, meski aku berusaha aku tidak benar-benar serius meninggalkannya.  Aku tidak pernah jatuh cinta dengan orang yang mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku sering ...