Cinta memang bukan sesuatu yang menetap. Volumenya pun bisa naik dan turun. Cinta akan bertambah besar ketika kita mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai, bisa juga berkurang karena kita malah disakiti.
Namun rupanya ada juga deretan-deretan orang yang tidak bertambah cintanya meski sudah dicintai sedemikian rupa. Ada pula yang tak berkurang sedikitpun meski senantiasa terluka.
Sejak dulu aku selalu bilang aku takut jatuh cinta, bahkan sampai hari ini pun aku masih takut akan hal itu.
Aku adalah orang yang bodoh dalam mencinta, ketika aku jatuh cinta, aku akan sangat mencintainya, dan begitu dalam rasa itu. Karena rasa yang dalam itu, aku akan semakin mudah terluka, dan aku rela akan hal itu. Tapi itulah kelemahanku.
Aku ga pernah meninggalkan seseorang hanya karena aku terluka, meski aku berusaha aku tidak benar-benar serius meninggalkannya.
Aku tidak pernah jatuh cinta dengan orang yang mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku sering kali sadar bahwa mereka bersikap sangat baik dan memiliki toleransi yang besar pada karakterku. Mereka akan berusaha membuatku bahagia, tertawa, berusaha selalu ada. Aku sangat menghargai mereka, tapi aku tidak akan bisa balik mencintai mereka.
Sering kali itu karena ketakutanku. Ketika aku kembali mencintai seseorang, kemudian orang-orang itu akan berubah menjadi orang yang menyakitiku. Dalam hidup mereka tidak lagi ada upaya untuk membahagiakanku, tapi mereka akan berubah menjadi orang yang berambisi agar aku membahagiakan mereka.
Ya mungkin memang tidak salah ketika kita mencintai atau dicintai seseorang kita ingin seseorang itu membahagiakan kita, mencintai kita lebih dari kita mencintainya. Tapi bukan berarti kita bisa menyakitinya lalu berharap dia mencintai kita dengan apa yang telah kita perbuat.
Kelak kita aku menikah aku mungkin tidak akan bisa menjadi bunda Khadijah yang begitu mulia. Tapi aku sangat ingin meneladaninya. Aku ingin membahagiakan suamiku, yaaaa itu. Tapi aku sangat berharap suamiku adalah orang yang sangat ingin membahagiakanku yang menganggap senyum dan bahagiaku sangat berharga sehingga dia senantiasa melakukan berbagai cara untuk hal itu. Seseorang yang sangat takut akan kesedihan dan airmataku sehingga dia tak pernah berniat, tak pernah mau dan rela dirinya menyakitiku.
Cinta akan terasa indah jika keduanya seperti ini. Aku sangat kenal dengan kebodohan diriku ketika jatuh cinta. Jadi orang buta, rela terluka, mudah meneteskan air mata, dan jika aku kecewa rasanya seperti jatuh ke jurang yang sangat dalam sehingga seluruh tubuhku rasanya hancur.
Itulah kenapa aku selalu bilang bahwa aku hanya akan jatuh cinta dengan kelembutan. Bukanlah semata-mata maksudnya orang berbicara lembut, namun orang yang memperlakukanku dengan lembut. Tutur kata, perbuatannya, dia tidak akan menjatuhkan amarahnya dengan tangan dan anggota tubuhnya, pun dia tidak akan melampiaskan amarahnya dengan sesuatu yang membuatku terluka baik dengan kata atau caranya meninggalkan dan mendiamkanku. Dia yang selalu menasihatiku dengan cinta, memberi tahuku seakan-akan aku adalah sarang laba-laba yang rapuh. Dia yang terus mencintaiku..dan berusaha agar aku mencintainya.
Saat aku jatuh cinta. Aku benar-benar jatuh cinta. Saat aku terluka ketika aku jatuh cinta. Cintaku tetaplah cinta meski bisa jadi ia berkurang, tapi aku tidak pernah benar-benar meninggalkan.
23 Januari 2021
Semoga aku bahagia dan kalian juga

Comments