Sudah hampir satu bulan sejak virus itu datang ke negaraku. Kupikir, warga di negara ini kebal akan virus ini. Bahkan sebelumnya beredar bahwa virusnya takut masuk negara yang tercinta ini.
Namun ternyata itu hanya konspirasi.
Bahan lawakan.
Atau cocoklogi yang sengaja dibuat-buat.
Nyatanya, virus itu benar-benar masuk ke negaraku, yang sebelumnya pede.....banget bahwa negara ini aman, damai sentosa tanpa gangguan apapun dari luar.
Semenjak virus ini diumumkan eksis dan memakan banyak korban dari belahan dunia lainnya, negaraku bersi keras bahwa negara kami bersih dari virus. Tidak ada satupun yang dinyatakan positif dalam artian memang masyarakat disini kebal-kebal. Dunia meragukannya, dan itu dianggap sebagai penghinaan bagi negaraku.
Dan ternyata eh ternyata. Keraguan itu bukanlah sekedar keraguan. Tak lama setelahnya dinyatakan ada warga yang positif dan bagaikan diserang negara api..
Hidup warga disini berubah total.
Para guru dan murid belajar dari rumah. Memanfaatkan segala macam aplikasi untuk dijadikan media pembelajaran.
Para pegawai, karyawan, pun juga bekerja dari rumah. Komunikasi melalui media online.
Beberapa orang memutuskan untuk berdiam di rumah, mengisolasi diri dari bahayanya virus di luar yang tingkat penyebarannya begitu hebat. Tapi tentu Allah lebih hebat :) .
Namun ternyata itu hanya konspirasi.
Bahan lawakan.
Atau cocoklogi yang sengaja dibuat-buat.
Nyatanya, virus itu benar-benar masuk ke negaraku, yang sebelumnya pede.....banget bahwa negara ini aman, damai sentosa tanpa gangguan apapun dari luar.
Semenjak virus ini diumumkan eksis dan memakan banyak korban dari belahan dunia lainnya, negaraku bersi keras bahwa negara kami bersih dari virus. Tidak ada satupun yang dinyatakan positif dalam artian memang masyarakat disini kebal-kebal. Dunia meragukannya, dan itu dianggap sebagai penghinaan bagi negaraku.
Dan ternyata eh ternyata. Keraguan itu bukanlah sekedar keraguan. Tak lama setelahnya dinyatakan ada warga yang positif dan bagaikan diserang negara api..
Hidup warga disini berubah total.
Para guru dan murid belajar dari rumah. Memanfaatkan segala macam aplikasi untuk dijadikan media pembelajaran.
Para pegawai, karyawan, pun juga bekerja dari rumah. Komunikasi melalui media online.
Beberapa orang memutuskan untuk berdiam di rumah, mengisolasi diri dari bahayanya virus di luar yang tingkat penyebarannya begitu hebat. Tapi tentu Allah lebih hebat :) .
Comments