Skip to main content

Bagaimana Umat Muslim Mengatasi Wabah Virus

 Seperti yang kita ketahui Pandemi Covid-19 adalah sebuah wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Wabah ini sudah ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat oleh WHO (World Health Organization). Proses penyebaran virus Covid-19 yang begitu cepat membuat terjadi lonjakan terus-menerus terhadap peningkatan kasus covid-19. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemic covid-19 adalah dengan karantina wilayah, pengadaan vaksin dan kebijakan yang terbaru adalah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). 


Lalu, bagaimanakan Islam memandang wabah Covid-19 ini?


Sejarah wabah covid-19 dalam Islam tentu masih jadi perdebatan, namun faktanya wabah penyakit ini memang sangat mirip dengan wabah penyakit yang pernah terjadi pada kaum muslim di masa lalu (Supriatna, 2020). Misalnya saja yang terjadi pada masa kaum muslimin menaklukan Irak dan Syam, atau yang pernah terjadi di zaman khalifah Umar bin Khattab.  Ketika terjadi wabah tha’un, Nabi Muhammad SAW memberikan instruksi kepada umatnya melalui sebuah hadist “Jika kamu mendengar suatu wabah di suatu daerah maka janganlah kamu mendatanginya, dan jika wabah itu menimpa daerahmu maka janganlah kamu keluar darinya” (Al-Bukhari-2002). makna dari hadist itu adalah kita dilarang untuk mendatangi tempat yang ada wabah, atau meninggalkan tempat yang terdapat wabah agar tidak menimbulkan penularan yang akan berakibat pada penambahan kasus kematian akibat wabah virus (Ridho, 2020). Pada dasarnya lockdown adalah langkah yang sangat tepat dalam mencegah penyebaran wabah virus.


Salah satu tokoh islam yang banyak memberikan paparan mengenai pandemic adalah Ibnu Hajar-al Asqalany dengan karyanya yang berjudul Bazl al-Ma’un fi Fadhli al-Thaun dijelaskan bahwa peran tenaga medis seperti dokter juga sangat besar. Dimana, pada periode al-Asqalany  dokter melakukan 3 hal dalam menghadapi pandemic; mengobati, memberi arahan, serta mencegah infeksi. dalam pemberian arahan, dokter mengarahkan untuk salah satunya agar tidak tidak keluar dan bersantai dan tidak menghirup udara yang terinfeksi pandemic. Adapun dalam hal pencegahan, diberikan instruksi untuk menghindari kontak dengan pasien yang terinfeksi pandemic. Rasulullah bersabda “janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat” (shahih Bukhari). Jika disyarahi hadist ini dalam konteks covid-19 maka antara orang-orang yang terjangkit dan yang sehat harus dilakukan physical distancing, tidak boleh mengunjungi dan cukup mendoakan, berkomunikasi dari jauh dengan menelpon, video call dan sebagainya (Qudsy, Sholahudin, 2020)


Maka dari itu, seorang seorang muslimin dan orang yang mencintai tanah air, kita harus lebih memperhatikan lagi bagaimana usaha kita dalam berkontribusi dalam penangan wabah covid-19 dengan melakukan 5M, mengikuti vaksin bagu yang tidak memiliki penyakit komorbid, serta ikut berperan dalam menyukseskan PPKM dan sebagainya. Meski pada dasarnya masih banyak hal yang harus dikoreksi dalam kebijakan ini. Namun, jika melihat apa yang pernah dilakukan muslim pada masa lalu, maka seharusnya itu bisa dijadikan contoh dalam mengatasi wabah penyakit virus.



Referensi : 

Nurul Aula, Siti Khodijah. 2020. “Peran Tokoh Agama Dalam Memutus Rantai Pandemi Covid-19 Di Media Online Indonesia.” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 3(1):125. doi: 10.14421/lijid.v3i1.2224.

Qudsy, Saifuddin Zuhri, and Ahmad Sholahuddin. 2020. “Kredibilitas Hadis Dalam COVID-19: Studi Atas Bażl Al-Mā’ūn Fi Fadhli Al-Thāun Karya Ibnu Hajar Al-Asqalany.” AL QUDS : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis 4(1):1. doi: 10.29240/alquds.v4i1.1476.

Supriatna, Eman. 2020. “Wabah Corona Virus Disease (Covid 19) Dalam Pandangan Islam.” SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I 7(6). doi: 10.15408/sjsbs.v7i6.15247.

Comments

Popular posts from this blog

My Way

Assalamualaikum, teman-teman semua.... 2018 menjadi tahun yang penuh perjuangan bagiku. Ada banyak hal tak terduga terjadi dalam hidupku. Rasanya seperti sebuah bom meledak dan membuat hidupku berubah drastis. Tahun 2018 kemarin, aku baru saja lulus SMA dan melanjutkan kuliah di salah institute islam yang ada di Palangka Raya. Saat sudah kuliah inilah menjadi titik balik yang berhasil membalik kehidupanku. Pada awalnya, hidupku sebagai mahasiswa berjalan biasa-biasa saja. Tidak terlalu beda dengan masa SMA ku. Rasanya seperti hidupku tidak ada perubahan. Capek di rumah, menuntut ilmu ke kampus dan menyisakan waktu yang tersisa dengan mengkhawatirkan masa depan. Hidupku terasa tidak bermakna. Aku yang saat itu juga sedang dilanda kesedihan makin terasa larut dalam pusaran air yang membuat hidupku terasa suram.Setiap hari, yang aku lakukan hanya kuliah, buka media sosial, sholat dan kemudian makan lalu tidur. Begitu saja setiap hari, sampai rasanya seperti tidak hidup. Aku yang m...

Kamu Harus Tahu Ini!

Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi/siang/sore/malam kalian semua. Jumpa lagi dengan saya Eriiying. Kali ini saya akan memposting hal yang berfaedah karena ini menyangkut dengan ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk kalian. Seperti yang kalian ketahui, suatu saat kelak jika kita sudah berkecimpung di dunia kerja maka sangat memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang zaman ini sudah sangat maju, apa-apa pasti menggunakan hal yang instan. Misalnya saja: Internet, media sosial dan lain-lain. Termasuk juga dalam pembuatan surat. Kita  harus terampil dan mampu membuat surat. Dimana surat ini akan sangat berfungsi untuk kita kelak. Surat sendiri memiliki macam-macam jenisnya. Kali ini saya akan membahas bagian surat resmi saja. Nah, kenapa sih kita harus mempelajari bagaimana cara membuat surat resmi yang benar. Karena surat resmi penting banget kawan. Mau nawarin produk? Pakai surat resmi. Mau menawarkan kerja sama? Pakai surat resmi. Mau mengundang orang? ...

23 Januari 2021

 Cinta memang bukan sesuatu yang menetap. Volumenya pun bisa naik dan turun. Cinta akan bertambah besar ketika kita mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai, bisa juga berkurang karena kita malah disakiti.  Namun rupanya ada juga deretan-deretan orang yang tidak bertambah cintanya meski sudah dicintai sedemikian rupa. Ada pula yang tak berkurang sedikitpun meski senantiasa terluka.  Sejak dulu aku selalu bilang aku takut jatuh cinta, bahkan sampai hari ini pun aku masih takut akan hal itu.  Aku adalah orang yang bodoh dalam mencinta, ketika aku jatuh cinta, aku akan sangat mencintainya, dan begitu dalam rasa itu. Karena rasa yang dalam itu, aku akan semakin mudah terluka, dan aku rela akan hal itu. Tapi itulah kelemahanku.  Aku ga pernah meninggalkan seseorang hanya karena aku terluka, meski aku berusaha aku tidak benar-benar serius meninggalkannya.  Aku tidak pernah jatuh cinta dengan orang yang mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku sering ...