Angin datang kemudian berbisik lembut
Seketika hatiku terbuka
Bagaimana tawa bisa sampai dengan satu hembusan?
Apa karena kepala dan hati sudah berada di tempat yang sama?
Jika angin pergi, maka tak mampu aku berdiri
Jatuh sejatuh-jatuhnya.
Hati memaksa karena tidak kuat
Semacam ingin namun tak mampu beranjak
Lalu apa yang harus disalahkan?
Angin yang hanya datang sekejap atau jeritan hati yang tak terucap?
Aku mengadu pada malam dengan tangan menengedah
Buliran air mengalir lembut dan meresap sempurna bersama raga
Bagaimana bisa aku bangkit
Sedangkan jutaan langkah kaki menghalanginya
Bagaimana aku bisa tersenyum
Sementara hati tertinggal jauh di dalam palung yang entah seberapa dalam
Aku masih tidak mengerti
Bagaimana menjaga angin itu agar tetap tinggal
Aku ingin hidup lebih lama dalam putaran angin
Menari bersama sepucuk cinta dalam gelak tawa
Tapi aku mati
Aku mati terperosok ke dalam jurang.
written by :Eriiying

Comments