Skip to main content

About my Feeling

Aku melihatnya, tapi aku tidak berani menyapanya.
Aku mungkin beberapa kali berpapasan dengannya, namun aku tidak berani menatap matanya. 
Perasaan takutku, pada Allah lebih besar dari perasaan cintaku untuknya.

Allah mungkin tidak melarangku untuk jatuh cinta, tapi Allah akan marah jika aku tunduk pada nafsu karena cinta pada manusia.

Lalu ya Allah, apa yang harus aku lakukan dengan perasaan cinta ini?
Sedangkan degupan jantungku selalu saja meronta-ronta saat tidak sengaja melihatnya.
Kakiku menjadi lemah, seandainya ku tak mampu menahan mungkin sudah terjatuh di tempat dimana aku berdiri.
Aku selalu gelisah setiap berada di tempat yang dimana aku bisa melihatnya, atau dia bisa melihatku. Meski aku tidak tahu apakah dia melihatku atau tidak. Aku pun tidak yakin, apakah dia mengenaliku atau tidak.



Berdoa.
Aku berdoa ya Allah.
Namun, bukan dengan menyebut namanya. Aku hanya ingin Kau berikan yang terbaik.
Meski aku mencintainya, aku tidak tahu apakah memang namanya yang ditakdirkan untukku atau bukan. Jadi, kuserahkan semuanya untukmu.

Ingin sekali aku melantunkan namanya dalam bait doaku. Tapi, aku malu dan juga takut.
Aku malu kepadanya, meski ia tidak tahu jika namanya (bisa jadi) aku sebut dalam doaku. Karena, siapa aku? 
Aku takut jika, pada kenyataanya Kau mengabulkan doaku dengan cara yang lain.

Cinta ini, em. Aku tidak pernah mengharapkan kedatangannya. Karena aku tahu, jika perasaan cinta itu datang di hati seseorang, maka ia mudah sekali dikuasi hatinya. Em, ya, tapi nyatanya perasaan  itu datang, bukan?

Bagiku, cinta ini adalah ujian. Mungkin, Allah sedang menguji diriku. 
Ya, cinta sebelum pernikahan itu adalah ujian. Karena apa? Disitulah kita diuji, apakah kita sanggup melawan nafsu atau malah tunduk pada nafsu.

Aku sempat bersedih, karena aku yang selama ini menolak jika sedang jatuh cinta, akhirnya mengakuinya dihadapanMu. Aku menangis, karena aku takut ya Allah. Aku jadi sering merindukannya. Padahal, tidak seharusnya rasa itu ada dalam diriku. Aku pun mulai menyibukkan diri dengan berbagai hal, karena ingin melupakannya. Aku sibuk dengan agama dan ilmuku. Aku mungkin melupakannya, tapi bukan berarti dia hilang dari hatiku.

Aku tahu, dia akan pergi ke tempat yang jauh. Saat itu, aku menangis. Um, betapa malunya diriku menangis untuk seseorang yang bahkan tidak tahu jika aku mencintainya. Aku hanya sedih, karena mungkin aku tidak akan pernah melihatnya lagi meski hanya sekedar tatapan tak sengaja. Ya, aku tidak punya keberanian untuk menatapnya meski hanya sekedar tatapan diam-diam atau menatap dari kejauhan. Aku tidak berani untuk itu. Aku hanya berani menatapnya, ditatapan pertama. Ketika Kau buat aku tidak sengaja bertemu dengannya.

Aku berpikir, di tempat yang baru itu, ia pasti akan menemukan seseorang yang jauh...........lebih baik dariku. Diriku, bahkan untuk dikatakan seperti bunga pun, rasanya tidak pantas. Apalagi seperti mutiara-mutiara yang bisa saja ia temukan di tempatnya yang baru. 

Apakah aku akan merelakannya? Maksudnya, apakah aku akan melupakannya.
I don't know......
Allah yang memiliki hatiku, jika Allah memang tidak mengijinkannya, seiring waktu berjalan perasaan itu pasti akan hilang.
Namun, jika Allah mengijinkan, bahkan mungkin menyatukan kami. Allah akan memberikan kami jalan dengan segela macam kejutan darinya. 












Nur Erii
Contact Person :
Ig : Nur Erii


Comments

Popular posts from this blog

My Way

Assalamualaikum, teman-teman semua.... 2018 menjadi tahun yang penuh perjuangan bagiku. Ada banyak hal tak terduga terjadi dalam hidupku. Rasanya seperti sebuah bom meledak dan membuat hidupku berubah drastis. Tahun 2018 kemarin, aku baru saja lulus SMA dan melanjutkan kuliah di salah institute islam yang ada di Palangka Raya. Saat sudah kuliah inilah menjadi titik balik yang berhasil membalik kehidupanku. Pada awalnya, hidupku sebagai mahasiswa berjalan biasa-biasa saja. Tidak terlalu beda dengan masa SMA ku. Rasanya seperti hidupku tidak ada perubahan. Capek di rumah, menuntut ilmu ke kampus dan menyisakan waktu yang tersisa dengan mengkhawatirkan masa depan. Hidupku terasa tidak bermakna. Aku yang saat itu juga sedang dilanda kesedihan makin terasa larut dalam pusaran air yang membuat hidupku terasa suram.Setiap hari, yang aku lakukan hanya kuliah, buka media sosial, sholat dan kemudian makan lalu tidur. Begitu saja setiap hari, sampai rasanya seperti tidak hidup. Aku yang m...

Kamu Harus Tahu Ini!

Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi/siang/sore/malam kalian semua. Jumpa lagi dengan saya Eriiying. Kali ini saya akan memposting hal yang berfaedah karena ini menyangkut dengan ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk kalian. Seperti yang kalian ketahui, suatu saat kelak jika kita sudah berkecimpung di dunia kerja maka sangat memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang zaman ini sudah sangat maju, apa-apa pasti menggunakan hal yang instan. Misalnya saja: Internet, media sosial dan lain-lain. Termasuk juga dalam pembuatan surat. Kita  harus terampil dan mampu membuat surat. Dimana surat ini akan sangat berfungsi untuk kita kelak. Surat sendiri memiliki macam-macam jenisnya. Kali ini saya akan membahas bagian surat resmi saja. Nah, kenapa sih kita harus mempelajari bagaimana cara membuat surat resmi yang benar. Karena surat resmi penting banget kawan. Mau nawarin produk? Pakai surat resmi. Mau menawarkan kerja sama? Pakai surat resmi. Mau mengundang orang? ...

23 Januari 2021

 Cinta memang bukan sesuatu yang menetap. Volumenya pun bisa naik dan turun. Cinta akan bertambah besar ketika kita mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai, bisa juga berkurang karena kita malah disakiti.  Namun rupanya ada juga deretan-deretan orang yang tidak bertambah cintanya meski sudah dicintai sedemikian rupa. Ada pula yang tak berkurang sedikitpun meski senantiasa terluka.  Sejak dulu aku selalu bilang aku takut jatuh cinta, bahkan sampai hari ini pun aku masih takut akan hal itu.  Aku adalah orang yang bodoh dalam mencinta, ketika aku jatuh cinta, aku akan sangat mencintainya, dan begitu dalam rasa itu. Karena rasa yang dalam itu, aku akan semakin mudah terluka, dan aku rela akan hal itu. Tapi itulah kelemahanku.  Aku ga pernah meninggalkan seseorang hanya karena aku terluka, meski aku berusaha aku tidak benar-benar serius meninggalkannya.  Aku tidak pernah jatuh cinta dengan orang yang mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku sering ...