Selamat hari Kartini!!!
Eh, sudah lewat ya? Hehehe.
Tapi nggak papa kan kalau masih diucapkan. Karena kan hari Kartini itu identik dengan perempuan hebat. Seperti yang kalian ketahui, banyak nih wanita-wanita hebat seperti ibu kita Kartini. Jadi, boleh dong kita membahas tentang wanita meski hari Kartininya sudah kelewat. Hihi.....
Biasanya nih, kalau hari Kartini hal apa sih terngiang-ngiang di kepala kalian?
Dulu, sewaktu aku belum belajar Islam. Jika berbicara tentang Kartini, maka bayanganku selalu jatuh pada Konde dan Kebaya. Hehe. Iya, kan gambar ibu Kartini yang selama ini kita ketahui itu adalah wanita yang cantik, menggunakan kebaya, sanggul dan juga konde. Wah, ternyata itu bukan Ibu Kartini, gengs...
Ibu Kartini yang asli itu adalah wanita sholihah yang menggunakan kerudung dan mempelajari Islam. Bahkan, jika kalian pernah membaca surat yang ditulis ibu Kartini, beliau bahkan sangat tertarik dengan al-Quran dan sangat mencintai agamanya.
Nah, jika kalian meneladani ibu Kartini. Jadi, mulailah mencoba meniru karakter beliau. Yuk, kita sama-sama belajar tentang diin kita. Siapa tahu, dengan begitu hati kita jadi terketuk untuk berubah dan istiqomah.
AAMIIN
Jadi, apakah aku akan membahas tentang ibu Kartini?
Sebenarnya sih lebih merujuk pada sosok wanitanya, hanya saja aku ingin sedikit menyambungkan sosok Ibu Kartini yang selama ini banyak yang tidak dikeluarkan atau bahkan ditutup-tutupi keislamannya.
Emansipasi wanita. Banyak orang yang menganggap jika wanita itu adalah makhluk yang tertindas karena dikekang oleh aturan-aturan yang kompleks. Misalnya saja, harus nutup aurat, tidak boleh perjalanan jauh dalam syarat-syarat tertentu, harus mendidik anak di rumah, dan segala macam lainnya. Yah, intinya banyak yang menganggap aturan-aturan Islam itu mengekang perempuan.
Mungkin di zaman sekarang ini bukan hal yang tidak biasa jika melihat para perempuan berkeliaran di jalanan, bekerja di kantor, nonton konser, bahkan yang sampai luar angkasa pun ada. Wah.. Sepertinya sudah sangat bebas sekali ya, perempuan-perempuan itu.
Cara ia berpakaian bebas, bergaul bebas, em intinya seperti tidak punya aturan. :(
Katanya sih itu sebagai bentuk Emansipasi wanita.
Jika kita meneladani sifat ibu Kartini, maka kita harus mencari tahu nih. Sebenarnya beliau itu menilai Al-Quran sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada di sampingnya. Hanya saja, karena pendidikan Barat, al-Quran jadi terlupakan. Namun, karena beliau membaca tafsir al-Quran, beliau berhasil merasakan keagungan dan menemukan hakikat sebuah kehidupan.
Seharusnya kita juga seperti itu. Mungkin selama ini, pemikiran barat sudah sedemikian rupa masuk dalam kepala kita. Sehingga, apa yang kita lakukan selalu saja mengikuti mereka. Kalian tahu sendiri kan? Pemikiran Barat itu Liberal. Berbeda dengan kita. Kita memiliki aturan. Aturan itu ada dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah.
Salah jika kita mengartikan bahwa Islam menghinakan perempuan. Justru Islam memberikan wadah yang sangat sesuai dan juga memuliakan wanita. Bahkan, satu surah dalam Al-Quran diberi nama an-Nisa yang artinya wanita MasyaAllah.... betapa Allah memuliakan kita sebagai seorang wanita.
Kita pun tahu, dalam islam ada tokoh wanita-wanita hebat. Misalnya saja Aisyah, kalian tahu kan beliau itu adalah pribadi yang sangat ulet dalam menuntut ilmu. Kalian tahu bunda Khadijah? Bukankah beliau itu adalah pengusaha yang kaya raya? Jangan lupa juga, beliau adalah Istri yang sangat setia menemani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menebarkan agama Islam. Nah, ada juga. Kita juga bisa tengok pada Ummu Athiyah dimana beliau adalah seorang perawat dalam peperangan Rasulullah, atau Ummu Imarah dalam perang uhud ia kembali dengan sepuluh luka di tubuhnya. Jadi, dari kisah wanita-wanita hebat di atas, masih menganggap Islam merendahkan wanita?
Justru, kalian pasti tahu nih. Sebelum datangnya Islam. Perempuan itu sangat direndahkan. Bahkan, ada yang menganggap melahirkan anak wanita adalah aib dan sebuah kesialan. Zaman dulu, jika seorang ibu melahirkan anak wanita, maka sesegera mungkin bayi itu dikubur hidup-hidup karena orang tua tidak mau menanggung malu selama hidupnya karena sudah melahirkan bayi perempuan. Naudzubillah.
Perempuan hanya dijadikan sebagai objek untuk memenuhi nafsu. Sama sekali, perempuan tidak memiliki hak apapun. Sehingga ia sangat dipandang rendah dan tidak bernilai. Ya Allah, malang sekali para perempuan-perempuan itu. Itu adalah perempuan pada zaman jahiliah.
Coba kita lihat sekarang?
Aku sendiri tidak mau menjabarkannya. Miris dan membuatku sedih. Karena kita semua pun tahu, bagaimana kehidupan sekarang begitu mengeksploitasi wanita.
Ditambah lagi sekarang ada paham feminisme yang super duper liberal. Dimana, seorang perempuan itu ingin disetarakan dengan laki-laki bahkan kalau bisa diatasnya. Ya Allah, laki-laki dan perempuan sudah tercipta dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perempuan diciptakan dengan sikap penyayang dan lemah lembut. Laki-laki diciptakan dengan kekuatan dan daya berpikir yang kompleks. Semua sudah sesuai pada takarannya masing-masing.
Tidak perlu lah sampai menganut paham itu juga. Kita cukup banyak kan ilmu. Mencari ilmu pun bukan untuk menyaingi laki-laki. Tapi, untuk mempersiapkan diri mendidik generasi-generasi rabbani. Ingatlah, suatu saat kita akan menjadi ibu. Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Jadi, wajiblah kita memiliki ilmu. Bahkan, tugas sebenarnya seorang wanita adalah menjadi ibu dan manajer rumah tangga. Itu bukan pekerjaan biasa. Itu sangat luar biasa!!!
Mumpung Erii belum jadi mami, sekarang belajar dulu banyak-banyak. Hehehe. Masih betah berkeliaran di berbagai majelis-majelis ilmu. Gak jarang ngumpul sama ibu-ibu, terus belajar langsung dari mereka. Eya....
Kan nggak tahu, jodoh datangnya kapan. Jadi, persiapan diri aja. Tapi, nggak boleh terlalu fokus ke Jodoh. Karena yang lebih pasti kedatangannya itu adalah kematian, jodoh? Kalau nggak datang di dunia, insyaAllah datang di Surga kelak. Aamiin. Hehehe.
OKE! KEMBALI KE TEMA.
Tidak ada salahnya perempuan berperan dalam masyarakat. Beberapa orang banyak yang mendeislamisasikan agama kita, mereka memburuk-burukkan ajaran Islam. Ya, seperti mengatakan bahwa wanita dipenjara dalam Islam. Padahal, tidak sama sekali. Islam adil dalam segala aturannya. Tidak ada hukum atau aturan di dalamnya yang sengaja dibesar-besarkan, dan juga tidak berlebihan. Islam tidak memanjakan wanita, tidak pula membuat wanita memperturutkan keinginan-keinginan yang diluar dari fitrahnya. Justru Islam itu sangat memelihara tabiat kodrati wanita, islam juga menghormati tugas wanita yang sesuai dengan fitrahnya.
Islam tidak melarang wanita bekerja di luar rumah, hanya saja kita harus terikat dengan beberapa syarat. Apa saja sih syaratnya?
Eh, sudah lewat ya? Hehehe.
Tapi nggak papa kan kalau masih diucapkan. Karena kan hari Kartini itu identik dengan perempuan hebat. Seperti yang kalian ketahui, banyak nih wanita-wanita hebat seperti ibu kita Kartini. Jadi, boleh dong kita membahas tentang wanita meski hari Kartininya sudah kelewat. Hihi.....
Biasanya nih, kalau hari Kartini hal apa sih terngiang-ngiang di kepala kalian?
Dulu, sewaktu aku belum belajar Islam. Jika berbicara tentang Kartini, maka bayanganku selalu jatuh pada Konde dan Kebaya. Hehe. Iya, kan gambar ibu Kartini yang selama ini kita ketahui itu adalah wanita yang cantik, menggunakan kebaya, sanggul dan juga konde. Wah, ternyata itu bukan Ibu Kartini, gengs...
Ibu Kartini yang asli itu adalah wanita sholihah yang menggunakan kerudung dan mempelajari Islam. Bahkan, jika kalian pernah membaca surat yang ditulis ibu Kartini, beliau bahkan sangat tertarik dengan al-Quran dan sangat mencintai agamanya.
Nah, jika kalian meneladani ibu Kartini. Jadi, mulailah mencoba meniru karakter beliau. Yuk, kita sama-sama belajar tentang diin kita. Siapa tahu, dengan begitu hati kita jadi terketuk untuk berubah dan istiqomah.
AAMIIN
Jadi, apakah aku akan membahas tentang ibu Kartini?
Sebenarnya sih lebih merujuk pada sosok wanitanya, hanya saja aku ingin sedikit menyambungkan sosok Ibu Kartini yang selama ini banyak yang tidak dikeluarkan atau bahkan ditutup-tutupi keislamannya.
Emansipasi wanita. Banyak orang yang menganggap jika wanita itu adalah makhluk yang tertindas karena dikekang oleh aturan-aturan yang kompleks. Misalnya saja, harus nutup aurat, tidak boleh perjalanan jauh dalam syarat-syarat tertentu, harus mendidik anak di rumah, dan segala macam lainnya. Yah, intinya banyak yang menganggap aturan-aturan Islam itu mengekang perempuan.
Mungkin di zaman sekarang ini bukan hal yang tidak biasa jika melihat para perempuan berkeliaran di jalanan, bekerja di kantor, nonton konser, bahkan yang sampai luar angkasa pun ada. Wah.. Sepertinya sudah sangat bebas sekali ya, perempuan-perempuan itu.
Cara ia berpakaian bebas, bergaul bebas, em intinya seperti tidak punya aturan. :(
Katanya sih itu sebagai bentuk Emansipasi wanita.
Jika kita meneladani sifat ibu Kartini, maka kita harus mencari tahu nih. Sebenarnya beliau itu menilai Al-Quran sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada di sampingnya. Hanya saja, karena pendidikan Barat, al-Quran jadi terlupakan. Namun, karena beliau membaca tafsir al-Quran, beliau berhasil merasakan keagungan dan menemukan hakikat sebuah kehidupan.
Seharusnya kita juga seperti itu. Mungkin selama ini, pemikiran barat sudah sedemikian rupa masuk dalam kepala kita. Sehingga, apa yang kita lakukan selalu saja mengikuti mereka. Kalian tahu sendiri kan? Pemikiran Barat itu Liberal. Berbeda dengan kita. Kita memiliki aturan. Aturan itu ada dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah.
Salah jika kita mengartikan bahwa Islam menghinakan perempuan. Justru Islam memberikan wadah yang sangat sesuai dan juga memuliakan wanita. Bahkan, satu surah dalam Al-Quran diberi nama an-Nisa yang artinya wanita MasyaAllah.... betapa Allah memuliakan kita sebagai seorang wanita.
Kita pun tahu, dalam islam ada tokoh wanita-wanita hebat. Misalnya saja Aisyah, kalian tahu kan beliau itu adalah pribadi yang sangat ulet dalam menuntut ilmu. Kalian tahu bunda Khadijah? Bukankah beliau itu adalah pengusaha yang kaya raya? Jangan lupa juga, beliau adalah Istri yang sangat setia menemani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menebarkan agama Islam. Nah, ada juga. Kita juga bisa tengok pada Ummu Athiyah dimana beliau adalah seorang perawat dalam peperangan Rasulullah, atau Ummu Imarah dalam perang uhud ia kembali dengan sepuluh luka di tubuhnya. Jadi, dari kisah wanita-wanita hebat di atas, masih menganggap Islam merendahkan wanita?
Justru, kalian pasti tahu nih. Sebelum datangnya Islam. Perempuan itu sangat direndahkan. Bahkan, ada yang menganggap melahirkan anak wanita adalah aib dan sebuah kesialan. Zaman dulu, jika seorang ibu melahirkan anak wanita, maka sesegera mungkin bayi itu dikubur hidup-hidup karena orang tua tidak mau menanggung malu selama hidupnya karena sudah melahirkan bayi perempuan. Naudzubillah.
Perempuan hanya dijadikan sebagai objek untuk memenuhi nafsu. Sama sekali, perempuan tidak memiliki hak apapun. Sehingga ia sangat dipandang rendah dan tidak bernilai. Ya Allah, malang sekali para perempuan-perempuan itu. Itu adalah perempuan pada zaman jahiliah.
Coba kita lihat sekarang?
Aku sendiri tidak mau menjabarkannya. Miris dan membuatku sedih. Karena kita semua pun tahu, bagaimana kehidupan sekarang begitu mengeksploitasi wanita.
Ditambah lagi sekarang ada paham feminisme yang super duper liberal. Dimana, seorang perempuan itu ingin disetarakan dengan laki-laki bahkan kalau bisa diatasnya. Ya Allah, laki-laki dan perempuan sudah tercipta dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perempuan diciptakan dengan sikap penyayang dan lemah lembut. Laki-laki diciptakan dengan kekuatan dan daya berpikir yang kompleks. Semua sudah sesuai pada takarannya masing-masing.
Tidak perlu lah sampai menganut paham itu juga. Kita cukup banyak kan ilmu. Mencari ilmu pun bukan untuk menyaingi laki-laki. Tapi, untuk mempersiapkan diri mendidik generasi-generasi rabbani. Ingatlah, suatu saat kita akan menjadi ibu. Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Jadi, wajiblah kita memiliki ilmu. Bahkan, tugas sebenarnya seorang wanita adalah menjadi ibu dan manajer rumah tangga. Itu bukan pekerjaan biasa. Itu sangat luar biasa!!!
Mumpung Erii belum jadi mami, sekarang belajar dulu banyak-banyak. Hehehe. Masih betah berkeliaran di berbagai majelis-majelis ilmu. Gak jarang ngumpul sama ibu-ibu, terus belajar langsung dari mereka. Eya....
Kan nggak tahu, jodoh datangnya kapan. Jadi, persiapan diri aja. Tapi, nggak boleh terlalu fokus ke Jodoh. Karena yang lebih pasti kedatangannya itu adalah kematian, jodoh? Kalau nggak datang di dunia, insyaAllah datang di Surga kelak. Aamiin. Hehehe.
OKE! KEMBALI KE TEMA.
Tidak ada salahnya perempuan berperan dalam masyarakat. Beberapa orang banyak yang mendeislamisasikan agama kita, mereka memburuk-burukkan ajaran Islam. Ya, seperti mengatakan bahwa wanita dipenjara dalam Islam. Padahal, tidak sama sekali. Islam adil dalam segala aturannya. Tidak ada hukum atau aturan di dalamnya yang sengaja dibesar-besarkan, dan juga tidak berlebihan. Islam tidak memanjakan wanita, tidak pula membuat wanita memperturutkan keinginan-keinginan yang diluar dari fitrahnya. Justru Islam itu sangat memelihara tabiat kodrati wanita, islam juga menghormati tugas wanita yang sesuai dengan fitrahnya.
Islam tidak melarang wanita bekerja di luar rumah, hanya saja kita harus terikat dengan beberapa syarat. Apa saja sih syaratnya?
- Pekerjaaanya harus halal.
- Pekerjaan itu tidak bertentangan dengan kodrat kewanitaan.
- Memenuhi adab wanita muslim ketika keluar rumah.
- Menjaga hukum-hukum Islam sedapat mungkin dan berhati-hati dalam godaan syetan.
- Menyebar nilai-nilai kebaikan.
Jadi, paham kan dengan syarat-syarat di atas. Pekerjaan sudah pasti harus halal. Karena uang hasil pekerjaan kita, akan masuk dalam tubuh dan menjadi daging. Jadi ya memang harus halal! Paham kan kalau bagian ini. Saat muslimah bekerja di luar rumah, maka ia harus menjaga aurat. Pakailah pakaian syar'i. Jangan sampai pakaian yang digunakan dapat membangunkan syahwat bagi yang melihatnya. Kita tidak boleh berkhalwah atau berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram. Terus, kita pun juga harus menjaga pergaulan, hindari ikhtilat. Ikhlat itu, campur baur antara laki-laki dan perempuan, dan..... kita pun juga harus menjaga pandangan (tawadhu').
Nah, jadi ini dia semua.
Jangan merasa terkekang dengan aturan Islam. Tundukkanlah. Ikhlaslah dalam menjalankannya. Jadilah muslimah yang terbaik. Muslimah yang ahsanul amal. Insyaallah kita bisa.
Kalian tahu nggak bidadari Surga? Belum pernah lihat kan?
Ada kabar baiknya nih.
Ketika Ummu Salamah bertanya pada Rasulullah "Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"
Kalian tahu? Rasulullah menjawab apa? "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. Keutamaaan mereka, karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata "Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbagahagialah orang-orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."
MasyaAllah sekali bukan????????
Semoga kita bisa menjadi seperti apa yang dideskripiskan Rasulullah tentang wanita dunia yang lebih utama dibanding Bidadari-bidadari di Surga. Aamiin.
Terima kasih sudah baca. Kalau bisa, bantu sebarkan ya. Karena kontaknya Erii tu sedikit ja. Terus, grupnya cuma ada grup kelas dan grup kelas english yang isinya tu gak ada orang Indonesianya. Ya masa, mau dibagikan disitu. wkwk.
Semoga yang membaca, dan yang menyebarkan mendapat pahala dari Allah.
ehehehe.
Curhat time!
Good bye, wahai kalian yang merindukan liburan!!!
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu..

Comments